Realita Di Usia 25 Tahun
Nggak peduli seberapa hancurnya keadaan mu saat ini. Hidup tetap terus akan berjalan. Detik, menit, jam, dan hari. Mereka tak pernah peduli dengan keadaan mu yang sekarat saat ini.
...
Mungkin, untuk beberapa dari kalian yang masih berusia 20 - an. Ada begitu banyak ekspektasi yang sudah dirancang ketika berada di usia ini.
Punya pekerjaan yang sehati serta tunjangan yang mempuni.
Bisa keliling dunia setahun sekali.
Atau, sudah berkeluarga bersama dia yang selalu menemani.
Kenyataanya, whislist yang selama ini di tempel di dinding kamar, tak kunjung juga jadi kenyataan.
Punya pekerjaan yang sehati serta tunjangan yang mempuni.
Bisa keliling dunia setahun sekali.
Atau, sudah berkeluarga bersama dia yang selalu menemani.
Kenyataanya, whislist yang selama ini di tempel di dinding kamar, tak kunjung juga jadi kenyataan.
1. Satu Persatu Sahabatmu, Berada Jauh Di Atasmu.
Awal - awal masa perkuliahan, mungkin kamu dan beberapa teman mu sering merasakan perihnya menjadi anak kosan. Berjuang sebagai perantauan, membuat kalian paham arti dari kebersamaan.
Lalu setelah lulus, kalian memilih berjalan di jalurnya sendiri-sendiri.
Lama tak mendengar kabar. Lalu kamu mendapati teman seperjuanganmu itu berada di tempat yang selama ini kamu perjuangkan setiap hari.
"Ya, temanmu berbagi mie instan itu di setiap hari, kini berhasil meraih mimpinya."
Sedangkan kamu, masih sibuk meyakini diri sendiri di tiap pagi, agar bisa bangkit dan keluar mencari rezeki.
Lama tak mendengar kabar. Lalu kamu mendapati teman seperjuanganmu itu berada di tempat yang selama ini kamu perjuangkan setiap hari.
"Ya, temanmu berbagi mie instan itu di setiap hari, kini berhasil meraih mimpinya."
Sedangkan kamu, masih sibuk meyakini diri sendiri di tiap pagi, agar bisa bangkit dan keluar mencari rezeki.
2. Kamu Baru Tahu Patah Hati Yang Sebenarnya.
Dia yang selalu menemani di masa-masa sulit mu, tak juga luput dari ekspektasi mu selama ini. Tak jarang, kamu mengiyakan ajakan darinya agar segera bisa dihalalkan.
Di hari itu, rasanya satu persatu dari mimpimu sudah hampir terpenuhi.
Sayangnya, semesta menunjukkan kegilaanya ketika tiba-tiba dia memilih pergi.
Di hari itu, rasanya satu persatu dari mimpimu sudah hampir terpenuhi.
Sayangnya, semesta menunjukkan kegilaanya ketika tiba-tiba dia memilih pergi.
Ya, kamu patah hati.
Hatimu patah sepatah patahnya saat itu. Semua ekspektasimu, semua bayangan masa depan mu denganya. Ikut pergi bersamanya. Entah ratusan bahkan ribuan kali kalimat-kalimat penyemangat dari para sahabatmu yang kamu dengarkan. Namun, hatimu masih tetap terasa tak utuh.
3. Perjalananmu Baru Di Mulai Di Usia Ini.
Dulu kamu yang masih berusia belia.
Mungkin mendambakan masa seperti ini.
Bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji melimpah.
Bisa membeli banyak hal yang kamu suka. Intinya, kamu bebas berfoya-foya sesukanya.
Kenyataanya, uang gaji mu sama sekali tak terasa. Tagihan ini dan itu membuat mu hampir gila di setiap bulannya.
Takk jarang, kamu meminta bantuan orang tua mu, meski usiamu saat ini sudah bisa di bilang dewasa.
Mungkin mendambakan masa seperti ini.
Bisa bekerja di perusahaan ternama dengan gaji melimpah.
Bisa membeli banyak hal yang kamu suka. Intinya, kamu bebas berfoya-foya sesukanya.
Kenyataanya, uang gaji mu sama sekali tak terasa. Tagihan ini dan itu membuat mu hampir gila di setiap bulannya.
Takk jarang, kamu meminta bantuan orang tua mu, meski usiamu saat ini sudah bisa di bilang dewasa.
Setelah semua hal yang terjadi. Kamu mulai menyadari.
Di usia 25th, bukan berarti kamu berhenti mencari. Perjalananmu masih terlalu jauh untuk bisa dinikmati. Di usia ini pun. kamu mulai mengerti. Betapa kekanak-kanakanya sikapmu selama ini. Mementingkan gengsi, demi glamour yang tak berarti. Memaksakan semua hal mesti sejalan dengan hati.
Di usia 25th, bukan berarti kamu berhenti mencari. Perjalananmu masih terlalu jauh untuk bisa dinikmati. Di usia ini pun. kamu mulai mengerti. Betapa kekanak-kanakanya sikapmu selama ini. Mementingkan gengsi, demi glamour yang tak berarti. Memaksakan semua hal mesti sejalan dengan hati.
Di usia 25th, pun kamu mulai akan mengerti.
Perkara karir, cinta dan sebagainya.
Membuatmu paham makna menjadi dewasa sepenuhnya. Di realita sekarang ini, nilai - nilai bagusmu di masa sekolah sama sekali tak berguna. Skill komputermu, skill public speaking mu. Hanya berlaku ketika sesi interview saja. Yang kamu butuhkan di masa ini hanya skill untuk tetap waras ketika dunia menunjukkan kegilaanya, dan skill untuk berdamai, ketika segala impianmu harus dikalahkan oleh realita yang ada.
Perkara karir, cinta dan sebagainya.
Membuatmu paham makna menjadi dewasa sepenuhnya. Di realita sekarang ini, nilai - nilai bagusmu di masa sekolah sama sekali tak berguna. Skill komputermu, skill public speaking mu. Hanya berlaku ketika sesi interview saja. Yang kamu butuhkan di masa ini hanya skill untuk tetap waras ketika dunia menunjukkan kegilaanya, dan skill untuk berdamai, ketika segala impianmu harus dikalahkan oleh realita yang ada.













Comments
Post a Comment