Dilema Dari Para Kaum Pengangguran
Menjadi bagian dari kaum jobless atau kaum para pengangguran. Emang jadi sebuah hal yang lumayan menyedihkan. Ketika orang lain mulai sibuk memperbaiki diri, sedangkan kami ? Masih sibuk bergelut dengan CV.
Apalagi ketika essensi dari pendidikan yang sudah diraih, mulai di pertanyakan oleh orang sekitar.
Dan beberapa hal di bawah ini pasti terdengar familiar untuk beberapa orang yang sedang mengecap status jobless ini.
1. Capek Di Omong-in Tetangga.
Sepedes-pedesnya sambel ibu warung depan kosan gua, jauh lebih pedes lagi ketika lu tau, lu jadi bahan ghibah dari para tetangga. Pertanyaan basa-basi yang awalnya terdengar sangat ramah.
Mulai menjadi liar, bernada merendahkan, dan sesekali menyombongkan diri mereka sendiri mulai banyak terdengar. Ini nih, yang paling perih ketika menyandang status sebagai pengangguran.
2. Mulai Males Keluar Rumah.
Berawal dari mulai bosen di tanya-in sama tetangga perihal kerja. Seharian di rumah, rasanya adalah pelarian terbaik dari segala macam ocehan dari para tetangga. Pada titik ini, menarik diri dari lingkungan sekitar atau sekedar basa-basi aja udah mulai males di lakuin.
3. Pegel Bikin Surat Lamaran.
Meski di era sekarang bikin surat lamaran kerja nggak se-effort jaman dulu. Yang harus banget nulis CV pake tulisan tangan berlembar-lembar pake kertas HVS. Meski nggak seribet itu sekarang, tapi akan ada kalanya untuk sekedar copas atau mengirim CV by e-mail ke perusahaan, jadi hal yang paling memuakkan.
4. Bosen Di Interview.
Karna seringnya dapet panggilan interview ini dan itu dari beberapa perusahaan yang belum menghasilkan. Panggilan interview di tahap seperti ini, bukan lagi jadi hal yang menggembirakan.
Ngejelasin hal yang sama dan ngejawab pertanyaan yang selalu sama dari para HRD, lama kelamaan bikin bete juga.
5. Mendadak Jadi Hobi Nge-gosip in Orang.
Karna mulai bersikap autis sama lingkungan sekitar. Dan efek kelamaan nganggur juga.
Pada titik ini, internet adalah pelarian dari segala macam tekanan dan juga stress yang di alami.
Dan nggak heran, comment hatespeech jadi sebuah hal baru yang rasanya menjadi hiburan.
Dan ini lah kenapa para netizen yang mayoritasnya di huni oleh para kaum pengangguran, jadi hobi banget"nyinyir-in" hidup orang di media sosial.
Apalagi ketika essensi dari pendidikan yang sudah diraih, mulai di pertanyakan oleh orang sekitar.
Dan beberapa hal di bawah ini pasti terdengar familiar untuk beberapa orang yang sedang mengecap status jobless ini.
1. Capek Di Omong-in Tetangga.
Sepedes-pedesnya sambel ibu warung depan kosan gua, jauh lebih pedes lagi ketika lu tau, lu jadi bahan ghibah dari para tetangga. Pertanyaan basa-basi yang awalnya terdengar sangat ramah.
Mulai menjadi liar, bernada merendahkan, dan sesekali menyombongkan diri mereka sendiri mulai banyak terdengar. Ini nih, yang paling perih ketika menyandang status sebagai pengangguran.
2. Mulai Males Keluar Rumah.
Berawal dari mulai bosen di tanya-in sama tetangga perihal kerja. Seharian di rumah, rasanya adalah pelarian terbaik dari segala macam ocehan dari para tetangga. Pada titik ini, menarik diri dari lingkungan sekitar atau sekedar basa-basi aja udah mulai males di lakuin.
3. Pegel Bikin Surat Lamaran.
Meski di era sekarang bikin surat lamaran kerja nggak se-effort jaman dulu. Yang harus banget nulis CV pake tulisan tangan berlembar-lembar pake kertas HVS. Meski nggak seribet itu sekarang, tapi akan ada kalanya untuk sekedar copas atau mengirim CV by e-mail ke perusahaan, jadi hal yang paling memuakkan.
4. Bosen Di Interview.
Karna seringnya dapet panggilan interview ini dan itu dari beberapa perusahaan yang belum menghasilkan. Panggilan interview di tahap seperti ini, bukan lagi jadi hal yang menggembirakan.
Ngejelasin hal yang sama dan ngejawab pertanyaan yang selalu sama dari para HRD, lama kelamaan bikin bete juga.
5. Mendadak Jadi Hobi Nge-gosip in Orang.
Karna mulai bersikap autis sama lingkungan sekitar. Dan efek kelamaan nganggur juga.
Pada titik ini, internet adalah pelarian dari segala macam tekanan dan juga stress yang di alami.
Dan nggak heran, comment hatespeech jadi sebuah hal baru yang rasanya menjadi hiburan.
Dan ini lah kenapa para netizen yang mayoritasnya di huni oleh para kaum pengangguran, jadi hobi banget"nyinyir-in" hidup orang di media sosial.














Comments
Post a Comment