Melupa


Tidak lagi terdengar.
Luka-luka kecewa yang biasanya beriak di kepala. Beberapa tawa setelah cangkir kopi ketiga, mampu meredamnya.

"Aku baik-baik saja, ternyata." Batinku sembari menatap ke dalam cangkir kopiku, lalu lanjut bercerita bersama para sahabatku.

Jika dipikir-pikir lagi, masalahku tergolong biasa-biasa. Dibandingkan orang di luaran sana. Jika diibaratkan, aku ini semacam anak kecil yang cuma tidak kebagian permen ke lima. Padahal sudah punya empat. Tapi masih saja mengeluh hebat.
Kurang tahu diri apa coba aku ini?

Ahh.. Entahlah.
Benar kata orang-orang, "jangan menggantungkan harapan yang besar ke orang lain" Selain tidak sopan, yang kamu dapati akhirnya cuma kekecewaan. 
Dan, iya!
Aku belajar dengan baik akan hal itu dari perpisahan ini.


Comments

POPULER OF THIS MONTH