Mengenang Kembali Media Sosial Bernama "Friendster"
Instagram, Facebook, dan Twitter. Sebelum media sosia ini berjaya seperti sekarang, dahulu kala pernah ada satu sosmed yang menjangkau generasi saat itu terlebih dahulu, yaitu "Friendster". Semua orang yang pernah merasakan Friendster, akan tersenyum mengingat jejak kids zaman oldnya.
Friendster sendiri mencapai puncak kejayaan di Indonesia pada tahun 2008. Sebelum akhirnya beralih fungsi menjadi situs permainan dan musik pada tahun 2011. Friendster pada umumnya mempunyai fungsi yang sama layaknya sosmed saat ini. Bisa menambah teman, chatting dengan sesama, berbagi informasi serta berkomunikasi. Sederhananya, Friendster itu seperti Facebook dengan tampilan yang lebih minimalis. Namun dengan seiring kemajuan teknologi, friendster perlahan mulai ditinggalkan orang-orang dan beralih ke Facebook.
Dan ini lah beberapa keunggulan Friendster dibandingkan media sosial saat ini.
Profil yang bisa diubah-ubah.
Facebook atau Instagram membebaskan kita untuk mengunggah berbagai konten seperti foto maupun video. Tapi lain hal nya dengan Friendster, selain bebas mengunggah konten, kamu juga diperkenankan untuk merubah tampilan halamanmu. Misalnya tema font color yang bisa disesuaikan dengan kemauan ataupun mood kamu.
Lebih Mementingkan makna persahabatan.
Alasan nya sangat logis, friendster tidak mempunyai iklan seperti halnya media sosial saat ini, bahkan kalau mau menulis testimoni (istilah Friendster saat itu) kamu harus mengunjungi profil temanmu dan menulis di wallnya. kalau ingin percakapan berlanjut, bisa melalui sms atau telpon. Tidak perlu ada iklan yang menggangu.
Tidak ada istilah menjijikan.
Memiliki fitur 'view' yang bisa melihat pengunjung profil kita. Fitur ini diupdate harian, bahkan ada aktivitas kapan seseorang login terakhir kali. Jaman dulu, kalo seseorang mengunjungi profilnya, tidak ada istilah, "kepo lu ah". Kalau itu teman sendiri, biasanya kita akan balik mengunjungi profilnya seraya meninggalkan pesan "Kok view aja ? Leave testi dong," Tapi, kalau itu orang asing, biasanya pesan yang ditinggalkan akan berbunyi, "Just view ? Add dong."
Berita bohong dan debat kusir hampir tidak ada.
Berita hoax yang tersebar di medsos belakangan ini semakin menggangu, tenang saja, lu engga sendirian kok. Pada jamannya, Friendster tidak memiliki fitur untuk berbagi berita. Tampilannya masih sangat sederhana. Debat kusir yang menjurus kebencian yang biasa dilakukan kids jaman now mungkin juga jarang sekali terlihat. Besar kemungkinan, Friendster jaman dulu cuma jadi ajang curhat anak-anak era 90'an, disaat patah hati berujung atau baper yang tak berujung
💨 Sumber : Di Sini














Comments
Post a Comment