Maaf, Saya Berhenti.
Bukannya aku mau lari.
Aku hanya tidak tau harus bagaimana lagi bertahan di situasi seperti ini.
Apalagi setelah segala upaya yang telah aku beri? Rasanya, semesta tetap tak merestui.
Ini bukan semacam bentuk upayaku dalam mencari pembenaran.
Bukan pula sebuah usaha untuk meyakinimu, bahwa aku tak ingin kita begini.
Aku memang tak ingin kita jadi sedrama ini.
Pura-pura saling sibuk membenci,
Padahal masih peduli.
Pura-pura saling sibuk mencari pengganti,
Padahal sudah kita temui.
Pun, aku juga masih belum mampu membedakan mana antara bersikap pasrah, dan juga mana bersikap ikhlas.
Di mataku, dua-duanya sama saja.
Mereka sama-sama memaksa kita untuk merelakan banyak hal yang kita ingini.
Belum lagi setelah ini kita dituntut untuk memulai semuanya dari awal lagi.
Hal-hal yang rasanya mulai ku lupa bagaimana cara memulainya.
Kalau boleh jujur, aku pun muak dituntut untuk selalu bisa beradaptasi.
Apalagi mengingat nanti setelah rasa nyaman mulai menghampiri, pun kita tetap tak bisa memilih.
Apakah akan terus begini, atau semesta meminta kita untuk mencari ( lagi? )












Comments
Post a Comment