Bersyukur
Entah apa sebutanya untuk mereka yang kurang beruntung dalam berbagai hal, ketika memutuskan keluar dari perusahaan yang selama ini membesarkan namanya, namun malah berakhir menjadi seorang karyawan biasa.
atau, memutuskan sebuah hubungan yang selama ini di percaya, nyatanya sampai detik ini masih berharap bisa kembali.
Bersyukur bukan perkara ketika segala hal yang di inginkan sudah tercapai. Melainkan, ketika segala hal yang ada saat ini. jauh berbeda dari apa yang kita inginkan. Seperti halnya ketika memutuskan untuk resign lalu mencari pekerjaan yang lebih baik, Tuhan tak langsung memberikannya. Ia menempa kita dengan satu persatu jalanya, yang membentuk pribadi ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Naif rasanya ketika kita selalu memandang jalan dariNYA sebagai kutukan. Lalu mengabaikan hal baik lainya yang sudah di terima.
"Tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan "....
Bukankah sudah jelas firmanNYA ?
Lalu bagaimana dengan mereka ? Bukankah kehidupan kita jauh lebih baik dari mereka ?
Sesekali keluar dan lihatlah ke arah bawah. Pandangi mereka, lalu tersenyum denganya. Senyuman jauh lebih berharga dari sekedar recehan yang mereka terima. Karena mereka paham benar artinya menjadi berharga. Bukan sekedar banyaknya love di akun instagram, atau re-path di akun path. Bukan itu yang membuat mereka menjadi berharga.
Perkara bersyukur memang nggak ada habisnya. Akan selalu ada fase ketika kita di hadapkan pada sebuah masalah yang akhirnya mengharuskan memilih untuk bersyukur, atau mengutuk masalah yang ada. Seperti perkara ketika gua harus di hadapkan pada pilihan-pilihan yang rasanya ngga ada baiknya. Dilema antara pergi mencari tempat yang baru, atau tetap tinggal dan bersyukur saja masih ngebuat gua galau setengah mati.
Malu rasanya ketika melihat keluar, serta mendapati pemandangan anak-anak yang di bawah umur masih saja bisa tersenyum, ketika mereka harus bertarung di bawah teriknya matahari, sembari mengumpulkan botol demi botol untuk mengisi perutnya. Bersyukur memang ngga ada rumusnya, untuk si tua dengan gelar sarjana yang begitu banyaknya pun belum tentu paham definisi bersyukur yang sebenarnya.
atau, memutuskan sebuah hubungan yang selama ini di percaya, nyatanya sampai detik ini masih berharap bisa kembali.
Bersyukur bukan perkara ketika segala hal yang di inginkan sudah tercapai. Melainkan, ketika segala hal yang ada saat ini. jauh berbeda dari apa yang kita inginkan. Seperti halnya ketika memutuskan untuk resign lalu mencari pekerjaan yang lebih baik, Tuhan tak langsung memberikannya. Ia menempa kita dengan satu persatu jalanya, yang membentuk pribadi ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Naif rasanya ketika kita selalu memandang jalan dariNYA sebagai kutukan. Lalu mengabaikan hal baik lainya yang sudah di terima.
"Tuhan selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan "....
Bukankah sudah jelas firmanNYA ?
Lalu bagaimana dengan mereka ? Bukankah kehidupan kita jauh lebih baik dari mereka ?
Sesekali keluar dan lihatlah ke arah bawah. Pandangi mereka, lalu tersenyum denganya. Senyuman jauh lebih berharga dari sekedar recehan yang mereka terima. Karena mereka paham benar artinya menjadi berharga. Bukan sekedar banyaknya love di akun instagram, atau re-path di akun path. Bukan itu yang membuat mereka menjadi berharga.
Perkara bersyukur memang nggak ada habisnya. Akan selalu ada fase ketika kita di hadapkan pada sebuah masalah yang akhirnya mengharuskan memilih untuk bersyukur, atau mengutuk masalah yang ada. Seperti perkara ketika gua harus di hadapkan pada pilihan-pilihan yang rasanya ngga ada baiknya. Dilema antara pergi mencari tempat yang baru, atau tetap tinggal dan bersyukur saja masih ngebuat gua galau setengah mati.
Malu rasanya ketika melihat keluar, serta mendapati pemandangan anak-anak yang di bawah umur masih saja bisa tersenyum, ketika mereka harus bertarung di bawah teriknya matahari, sembari mengumpulkan botol demi botol untuk mengisi perutnya. Bersyukur memang ngga ada rumusnya, untuk si tua dengan gelar sarjana yang begitu banyaknya pun belum tentu paham definisi bersyukur yang sebenarnya.












Comments
Post a Comment