Berteman Dengan Kopi Hitam



Derauan kipas angin tua yang memecah kesunyian malam. Di temani secangkir kopi, dan kepulan asap di dalam kamar.
Merangkai indahnya imajinasi hingga pagi hari. Ku putuskan menuliskan kalimat demi kalimat, yang berseteru di kepala. Lalu mencoba merangkai sebuah kisah lama.

Mendadak segalanya tampak membisu seketika.
Jendela, jam, kursi dan hal lainya.
Seakan semua hal terlihat begitu tenang. Entah aku yang mulai gila, atau memang benar mereka membisu sebenarnya ?

Seakan tersesat di dalam ruang bernama waktu. Lalu berjalan di roda berputar yang tak berarah. 
Ku putuskan menyukai ke tersesatan ku ini.
Lalu ku tutupi batu dan lumpur di jalan ini.
Agar tak ada pikiran, untuk aku kembali.

Layaknya teman baru ku si kopi hitam ini, ia tak menawarkan rasa manis seperti yang lainya.
Rasa pahitnya pun terasa tak nyaman di lidah. Lalu, kenapa banyak orang yang kagum dengan rasa pahitnya ? bukan malah menolaknya.

...

Comments

POPULER OF THIS MONTH