Dialog Dini Hari
Derauan kipas angin tua,
Memecah kesunyian malam.
Di temani secangkir kopi,
Serta kepulan asap di dalam kamar.
Entah kenapa,
Hujan memilih menyerah malam itu.
Padahal senandungnya sungguh amat menyejukkan.
Sembari menikmati secangkir kopi.
Kurajut kata demi kata,
Lalu merubahnya menjadi sebuah kalimat sendu.
Sebuah ungkapan rindu,
Yang selama ini belum sempat ku sematkan pada mu.
Layaknya kopi yang selalu menyisakkan candu.
Tulisan sendu dariku ini, pun begitu.
Ia menunggu,
Menanti pertemuan - pertemuan,
Yang selalu berakhir pilu.











Comments
Post a Comment