Alasan Orang Sarkas Itu Adalah Teman Yang Baik
Dalam dunia pertongkrongan. pasti lah kita bakalan ketemu tipe dan karakter yang beda - beda. Ada yang si pendiem, si tukang rame, si tukang ghibah, si tukang jualan, waduh macem - macem deh.
Dan kalau yang satu ini, yang mau gua bahas, tipikalnya agak nyeleneh. Meski agak menyimpang dari ketentuan umum, tapi sebenernya temen kayak gini tuh asik banget aslinya.
Secara psikologis, tipikal orang sarkastik yang kata-katanya sering ceplas ceplos ini, didukung pula oleh kebiasaan bersosialisasi. Di beberapa daerah, ada saudara-saudara kita yang memang suka berbicara apa adanya. Mengungkapkan apa yang tidak disukainya secara verbal. Mungkin, bagi kebanyakan daerah, pemilihan sikap "apa adanya" cenderung dihindari demi kebaikan suatu hubungan.
Dan di bawah ini, ada beberapa hal yang menurut gua, temen yang sarkas itu asik banget buat di temenin.
1. Bisa Jadi Dukun Dadakan.
Menurut psikolog Dr. Shaman Tsoory, golongan orang yang menjadi sarkastik bisa membaca pikiran.
Sarkastik bisa jadi cenayang dadakan
Bukan pekerjaan mudah lho buat bisa baca pikiran. Nah, orang-orang sarkastik ternyata memiliki kemampuan itu. Pastinya asyik dong kalo lu mau melakukan pendekatan sama seseorang. Ajuin aja temen yang sarkastik di garda terdepan. Mereka-mereka ini akan membaca pikiran gebetan kita. Doi serius apa kagak. Atau pas lagi susah dihubungi, kita bisa mengandalkan teman kita yang sarkastik. Bisa jadi itu alibi dari gebetan kita. Jadi, mereka bisa jadi dukun atau cenayang yang bisa kita harapkan bantuannya.
2. Otaknya yang Tajam Membuat Mereka Cerdas dan Kritis.
Faktanya, otak memerlukan kerja ekstra untuk memahami sarkastik? Jelas dong. Karena bahasa sarkastik bukan bahasa kebanyakan, atau istilahnya menyimpang dari kebiasaan umum atau peristiwa notoir.
Apakah peristiwa notoir itu? Simplenya gini, peristiwa notoir adalah hal yang sudah dianggap diketahui oleh khalayak secara umum.
kebanyakan Sarkastik cerdas dan kritis
Artinya orang sarkastik akan menggunakan otaknya sedikit lebih keras dari orang kebanyakan. Jadi, jangan mengambil kesimpulan bahwa orang sarkastik itu kurang pintar, mereka justru menyembunyikan kecerdasannya dibalik ke-sarkastik-annya.
3. Solution Maker yang Hebat dan Tak Banyak Basa-basi.
Yes, karena sedari awal kita udah bahas, mereka bukan tipikal orang yang suka basa-basi. Ceplas ceplos dan tentu saja, kecerdikan mereka bisa diandalkan jika kita meminta petuah bila ada masalah. Penjelasannya sakleg, padat nggak pake narasi yang aneh-aneh.
Meski pada umumnya suka ngeselin, orang sarkastik bisa diandalkan dalam hal memecahkan masalah. Mereka akan mengedepankan rasional dari sebab akibat.
4. Teman yang Menyenangkan dan Tidak Membuat Canggung.
Mereka adalah orang yang cocok untuk menggambarkan kehidupan sosial sekarang ini. Mereka biasanya suka ngobrol panjang lebar dan bukan orang yang kaku dan pura-pura tertawa aneh gitu disetiap bercandaan orang lain.
Mereka bisa jadi teman yang menyenangkan
Mereka bisa membaca situasi dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru, jadi mereka tidak akan bertindak aneh dan mempermalukan dirinya sendiri. Walaupun kadang saat teman butuh hiburan, orang yang sarkastik bisa saja berpura-pura tertawa lebar tanpa kita tau dia sedang berpura-pura.
5. Jika Bercanda Tidak Dimasukkan Ke Hati.
Nah, pada point ke lima ini, kebanyakan orang sarkastik sudah menduganya. Karena sering bikin orang jengkel, maka tiba saatnya moment itu berbalik ke mereka, maka suka atau tidak suka mereka tentu harus siap menerimanya.
Becandanya mereka pun bila menjurus ke hal-hal yang menurut kebanyakan orang diambang batas sebuah lelucon, tipikal orang sarkastik tidak akan memasukkannya ke dalam hati. Mereka cukup cerdas untuk membedakan mana ejekan dan guyonan. Mereka tidak mentah-mentah menerima guyonan sebagai ejekan. Namun tetep saja, batas kesabaran seseorang pasti bisa menabrak yang namanya anti klimak.
6. Teman Sarkastik Cenderung Memiliki Otak yang Lebih Sehat.
Pernah merasa kadang kita susah menafsirkan kata-kata sarkastik? Hati-hati lho, ternyata itu bisa jadi tanda adanya kerusakan pada otak kita. Ini pernah di teliti kok sama ahli Neuropsychology, Katherine Rankin. Jadi, orang sarkastik itu diam-diam punya otak yang lebih sehat.
7. Kepandaiannya Bisa Menular.
Kalau kita banyak ngobrol sama mereka, ternyata membuat otak kita sedikit banyak terpengaruh oleh mereka. Ada tiga kondisi dimana kita harus menggunakan otak sedikit lebih keras untuk memahami pemikiran mereka, yaitu: ketika menonton TV, menyetir dan berbelanja. Jadi, jangan kesal kalau sedang melakukan tiga hal itu bersama teman sarkastik, justru kita harus berterima kasih karena dia menstimulus otak kita menjadi lebih pintar.
8. Pemenang Sejati Dalam Peperangan Kata dan Emosi.
Pernah liat tayangan debat secara live? Nah, kadang peserta debat menderita kekalahan dalam ajang "perang kata-kata" bukan karena ketidaktahuan atau minimnya wawasannya. Bisa jadi karena faktor kurang tenang dan terprovokasi dengan lawan.
Sebaliknya, orang sarkastik adalah jagonya memainkan perasaan dan kata-kata dengan pembawaannya yang cukup tenang. Saat lawan debat sudah terprovokasi, jelas kemenangan tinggal menunggu waktu.
Mereka pandai meredam emosi jika dalam ajang perdebatan. karena bagi jiwa-jiwa yang tenang, mereka lah pemenang dari perang kata dan perasaan.
9. Mulutnya yang Tajam Bisa Membuat Kita Tertawa Meski Tetap Menyindir.
Kalau punya teman sarkastik, satu hal yang harus dipersiapkan, yaitu hati yang lapang. Mulut mereka sama tajamnya dengan otak mereka. Pernah dengar dia bilang sebuah kalimat yang membuat kita tertawa terbahak-bahak? Taukah padahal tak jarang itu sebenarnya sindiran. Walaupun begitu, dia tetap membuat kita tertawa dengan sindirannya.
10. Bisa Dijadikan Teman Sejati Karena Mampu Membedakan Mana yang Tulus dan Tidak.
Seberapapun menyebalkan, mereka bisa membedakan mana teman yang benar-benar menyayangi mereka. Karena pada akirnya, kita akan menjadi sarkastik bersama-sama dan menyindir dengan lembut satu sama lain. Itu adalah hal yang menyenangkan, ingat bahwa sahabat adalah orang yang mentertawakanmu paling keras saat terjatuh tapi juga menjadi orang yang paling depan membantumu bangkit.
Teman yang baik adalah teman yang saling mengingatkan. Saling mengkritik meski kadang itu pahit dan menyakitkan. Bukan yang hanya berdiam diri jika teman yang salah dengan alasan,
"Nggak mau ngerusak hubungan pertemanan".
💨 Sumber : Di Sini





















Comments
Post a Comment