Hal Yang Di Dapatkan Dari Seorang Perantau-an


"merantau lah sejauh mungkin. Pijakkan kaki mu dari satu kota, ke kota lain. Agar kelak kamu mengerti arti pulang yang sejati .."

Seperti halnya handphone tanpa adanya sinyal.
Pun kehidupan rasanya kurang menggemaskan jika tak pernah mencicipi rasanya menjadi seorang perantau-an.

Dan beberapa hal di bawah ini, adalah hal yang hanya di dapatkan dari seorang perantau-an.

1. Belajar Tanggung Jawab Dengan Diri Sendiri.


Keputusan untuk merantau bukanlah hal yang mudah. Ketika kalian keluar dari rumah, artinya kalian siap untuk menerima segala risiko apa saja yang ada di luar. Dari bangun sampai tidur lagi kalian harus melakukan apa-apa sendiri. Tanpa bantuan dari orangtua apa lagi seorang teman.
Atau hal sesimple mengganti galon saja kamu sudah terbiasa mengganti sendiri.

2. Belajar Memperjuangkan Sesuatu.


Yang paling menyedihkan dari seorang perantau-an adalah ketika sakit datang melanda, jauh dari keluarga serta orang-orang yang selalu ada. Dilema pergi ke dokter sendiri, atau hanya diam dan mengeluh adalah hal yang membuatmu paham, makna sebenarnya tentang perjuangan.

3. Belajar Me-manage Pengeluaran.


Uniknya dari seorang perantau-an. Tanpa di sadari, kamu mulai mahir me-manage keuangan mu sendiri. Uang gajian atau uang kiriman di tiap bulan, musti kamu atur serapi mungkin. Untuk sekedar makan, belanja atau jalan-jalan. Kamu harus pintar-pintar dalam menyisikkannya. Agar akhir bulan kamu tak perlu bekelut dengan mie instan.

4. Mental Mu Di Tempa.


Dulu setiap kali ada masalah, kamu selalu di bantu oleh keluarga atau pun kerabat terdekat mu.
Jangan harap hidup di perantau-an bisa begitu.
Untuk urusan makan, bayar kos-kos an, atau hal sesimple mengisi ulang air minum saja, harus kamu usahakan sendiri
Segala hal harus kamu selesaikan sendiri.
Mental menye-menye yang kamu bawa, perlahan-lahan mulai sirna.

5. Memilih Pergaulan Adalah Hal Yang Harus Kamu Mulai Lakukan.


Hidup sendiri-an di perantauan, memaksa mu mawas dalam memilih pergaulan.
Akan ada beberapa orang yang mengaku teman, malah menjerumuskan mu ke dalam beberapa kesalahan.
Kalau di rumah, selalu ada keluarga yang siap membantu tiap kali kamu membuat kesalahan.
Lain halnya dengan hidup di kota orang sendirian.





Comments

POPULER OF THIS MONTH