Hari Yang Patah
Teruntuk yang harinya sedang patah.
Teruntuk yang sedang tertunduk, lalu mulai mengaku kalah.
Berdamailah ..
Berdamailah dengan kejatuhanmu yang entah untuk kesekian kalinya.
Berdamailah dengan tatapan nanar, serta sindiran yang tak menyenangkan dari orang sekitar.
Bukan soal sesiapa atau apa.
Salahkan saja dirimu sendiri.
Salahkan saja dirimu yang kurang keras memperjuangkan.
Salahkan saja dirimu sendiri yang selama ini sibuk mengeluh, serta menyalahkan keadaan.
Jangan salahkan orang.
Salahkan saja dirimu yang selemah itu.
Pun,
Ketika kamu merasa sudah jauh berjuang?
Merasa sudah jauh mempertahankan?
Bisa jadi, belakangan ini kamu mulai jarang bercakap mesra dengan Tuhan.
Hingga ia rindu, lalu memberimu kemalangan.











Comments
Post a Comment