Kenapa Orientasi Seksual Tiap Orang Itu Beda-Beda? | LGBT
Pedofil, LGBT, oedipus complex, dan lain sebagainya. Adalah hal-hal yang sering banget terjadi di sekitar kita. Tentu dari semua macam orientasi seksual yang berbeda-beda ini, muncul sebuah pertanyaan.
"Kok, bisa sih, ada cewek suka sama cewek. Atau cowok suka sama cowok. Kenapa mereka gak bisa kayak orang-orang lain ya, normal aja gitu?"
Perihal orientasi seksual tiap orang emang pasti selalu beda-beda. Ada yang lebih turn on sama cewek/cowok yang kurus-kurus, atau agak sedikit gemuk. Ada juga yang sukanya sama yang lebih tinggi, atau lebih pendek.
Banyak deh macamnya. Kalo gua jelasin satu-satu, gak bakalan kelar.
Banyak deh macamnya. Kalo gua jelasin satu-satu, gak bakalan kelar.
Tapi, ada juga beberapa orang yang memiliki orientasi seksual yang agak "unik". Kayak yang gua sebutin di atas tadi ( LGBT ).
Jadi, menurut dari yang gua baca di Doktersehat.com, penyebab penyimpangan orientasi seksual ini gak melulu karena bawaan lahir. Ada beberapa faktor yang membuat ( menjadikan ) seseorang mengalami disorientasi seksual ini:
Trauma masa lalu.
Seseorang yang menjadi korban penyimpangan atau pelecehan seksual, bisa berpotensi memiliki orientasi seksual yang tidak sewajarnya. Korban yang merasa dilecehkan oleh lawan jenis bisa berpotensi merasakan trauma hingga dewasa dan cenderung mudah untuk ditarik ke dalam hubungan sesame jenis.
2. Faktor keluarga.
Faktor selanjutnya yang menjadi penyebab LGBT adalah faktor keluarga. Pembentukan karakter seorang individu dimulai dari lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Jika pada proses pembentukan karakternya individu tersebut dibuat bingung dengan karakternya sendiri, tentunya pembentukan orientasi seksualnya juga bisa bermasalah.
Contohnya adalah seperti keluarga yang memperlakukan anak perempuan seperti anak laki-laki dan juga sebaliknya. Meskipun tidak semua kasus seperti ini menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki orientasi seksual yang tidak semestinya, tetapi faktor ini tetap menjadi salah satu penyebab yang masih banyak ditemui hingga saat ini.
3. Faktor lingkungan lebih dari faktor genetis.
Kaum LGBT terdiri dari beberapa jenis individu dengan orientasi seksual yang berbeda. Satu-satunya yang mendapat pengaruh dari faktor genetis adalah kaum interseks. Sedangkan untuk yang lainnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Sebelumnya disebutkan bahwa faktor keluarga sangat berpengaruh pada pembentukan orientasi seks seseorang. Selain faktor keluarga, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan psikoseksual seseorang. Faktor lingkungan biasanya akan semakin kuat ketika seseorang memasuki usia remaja.
Individu yang pada awalnya heteroseksual juga bisa berubah orientasi seksualnya jika masuk ke dalam lingkungan dengan orientasi seksual yang tidak biasa. Pengalaman seksual seseorang untuk pertama kali juga bisa berpengaruh pada orientasi seksual ke depannya. Bisa dikatakan bahwa orientasi seksual yang menyimpang ini bisa diajarkan pada seseorang yang orientasi seksualnya normal, lebih mudah diajarkan lagi pada seseorang yang belum memiliki pengalaman seksual sama sekali.
4. Penyalahgunaan teknologi.
Kecanggihan teknologi memang memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tapi jika tidak digunakan dengan bijak maka bisa menyebabkan penyimpangan orientasi seksual. Individu dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang LGBT, tapi sayangnya informasi ini tidak didukung dengan pengetahuan yang memadai.
Pada akhirnya individu yang mendapat informasi ini pun akan menyerap informasi tersebut seadanya dan akan sangat mungkin menyalahartikan informasi tersebut. Jika tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang apa itu LGBT sebenarnya dan apa dampak dari orientasi seksual yang menyimpang, individu tersebut bisa beranggapan bahwa LGBT adalah sesuatu yang wajar.
Lalu, apakah thread ini menjadi semacam excuse untuk menerima keberadaan mereka? Tentu tidak.
Gua gak terlalu peduli juga dengan ada atau tidaknya mereka di sekitar gua. I mean, selama mereka tidak merugikan gua atau orang-orang di sekitarnya, like Reynhard Sinaga misalnya? Ya bodo amat.
Buat gua, terserah mereka mau ngelakuin apa di luaran sana.
Gua gak terlalu peduli juga dengan ada atau tidaknya mereka di sekitar gua. I mean, selama mereka tidak merugikan gua atau orang-orang di sekitarnya, like Reynhard Sinaga misalnya? Ya bodo amat.
Buat gua, terserah mereka mau ngelakuin apa di luaran sana.
Sumber 👉 Doktersehat.com















Comments
Post a Comment